Desinfeksipada proses produksi Air Minum Dalam Kemasan merupakan titikkendali kritis yang harus benar-benar diperhatikan. Proses ini harus dilakukan secara baik dan benar, agar kualitas air yang dihasilkan steril dan dijamin tidak merugikankesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh konsentrasi ozonterhadap kualitas Air Minum dalam Kemasan dan dilakukan pada beberapa merek penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Perencanaan Kapasitas Produksi Air Minum Dalam Kemasan Dengan Metode Rough Cut Capacity Planing (Studi Kasus Pada Pt.ARP)” yang mana merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Selanjutnya akan dilakukan proses ozonisasi sebelum nantinya air yang sudah diberi perlakuan khusus tersebut dimasukkan ke dalam kemasan melalui proses filling. Pada rekap data bulan Juli tahun 2016 overfill terbesar terjadi pada proses filling kemasan 240 ml yaitu sebesar 20,45%. Secara keseluruhan, adanya pemborosan yang bagaimana proses sistem produksi air minum yang ada pada depot air minum isi ulang, dan mencari tahu problematika yang ada pada depot air minum isi ulang, Menganalisa apakah air minum isi ulang yang ada pada depot air minum isi ulang layak untuk konsumsi atau tidak. Manfaat penelitian sebagai bahan referensi Untuk proses produksi air minum dalam kemasan biasanya akan menyerap banyak tenaga kerja seperti operator mesin, staff kantor, operator packing, manager penjualan, staff laboratorium dan sopir. Di pabrik manapun tenaga kerja yang profesional, terampil dan berkomitmen tinggi. Air mineral dan air minum dalam kemasan sendiri mempunyai perbedaan. Untuk lebih jelas mengenai perbedaan air mineral, air minum dalam kemasn dan yang lainnya, Menurut SNI 01-3553-2006 adalah [5] Air minum dalam kemasan (AMDK) adalah air baku yang telah di proses, dikemas, dan aman diminum mencakup .

proses produksi air minum dalam kemasan