Sejarahdan perjuangan dakwah Nabi SAW dalam menyampaikan risalah dari Allah SWT sejak diutusnya menjadi Rasul di usia 40 tahun di kota Makkah hingga wafatnya di usia 63 tahun di kota Madinah, mengandung banyak hikmah, pelajaran dan contoh bagi setiap umat, lebih-lebih bagi para penerus perjuangan dakwah Nabi SAW, yaitu para ulama dan pejuang Islam.
MENELADANIDAKWAH RASULULLAH SAW. DI MADINAH 13. 314 Sebelum mulai pembelajaran, mari membaca al-Qur'an dengan tartil. Perjuangan Nabi di Madinah diawali dengan hijrah besar-besaran yang merupakan umat Islam yang hijrah bersama dengan Nabi Saw. dari Makkah ke Madinah. Jumlah mereka dari hari ke hari makin banyak dan
MENELADANIPERJUANGAN RASULULLAH DI MADINAH MEMAHAMI PERJUANGAN DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW 1.Hijrah, Titik Awal Dakwah Rasulullah MENELADANI PERJUANGAN RASULULLAH DI MADINAH Meskipun Mekah sudah di taklukan, tidak semua suku Arab tunduk kepada Nabi Muhammad Saw ,ada dua suku yang masih melakukan perlawan yaitu Bani Saqif di Taif dan Bani
135 dengan alam semesta (sampai akhir zaman), yaitu hubungan rasa kasih sayang dan persatuan, bukan rasa kebencian dan kehancuran. 2. Azan, Shalat, Zakat, dan Puasa Ketika Nabi tiba di Madinah, bila waktu shalat tiba, orang-orang berkumpul bersama tanpa dipanggil.
Peperanganpada saat di Madinah THANKS! Penaklukan Mekkah Pada tahun ke-6 Hijriah, ketika haji diisyaratkan, Rasulullah dengan 1000 orang muslimin berangkat ke Mekah untuk melaksanakan haji. Mereka berangkat tanpa persenjataan. Sebelum sempat sampai di Mekah, tepatnya di
Tema: Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW. di Mekah Sub Tema : Substansi dan Strategi Dakwah Rasulullah Saw. di Makkah Alokasi Waktu : 10 Menit A. Tujuan Pembelajaran Melalui mengamati gambar dan memperhatikan video tentang materi substansi dan strategi dakwah Rasulullah Saw. di Makkah dengan menggunakan model Discovery learning
.
MAKALAH MENELADANI PERJUANGAN RASULULLAH SAW DI MEKAH DI SUSUN OLEH; NAMA; ANDI ISLAMIAH KLS; 1 MAPEL AGAMA ISLAM KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini yang berjudul “ Meneladani Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat Di Mekkah ” dapat kami selesaikan. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Agama Islam kelas X semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015. Dalam penyusunan makalah ini banyak pihak yang telah membantu kami baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami tersebut baik yang secara langsung maupun tidak langsung. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Kami pun menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan maupun kesalahan, seperti kata pepatah “ tak ada gading yang tak retak “ karena kami hanya manusia biasa yang masih perlu banyak belajar. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyusunan makalah di masa depan yang lebih baik lagi. TGL. 13 MEI 2015 Penyusun BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kota Makkah merupakan kota yang sangat bersejarah sepanjang lahirnya Islam hingga berjaya dan tersebarnya keseluruh penjuru dunia. Bagaimana tidak, dakwah Rasulullah SAW yang berbenderakan Islam, lahir dan mulai berkembang di dua kota tersebut. Sejarah dan perjuangan dakwah Nabi SAW dalam menyampaikan risalah dari Allah SWT sejak diutusnya menjadi Rasul di usia 40 tahun di kota Makkah hingga wafatnya di usia 63 tahun di kota Madinah, mengandung banyak hikmah, pelajaran dan contoh bagi setiap umat, lebih-lebih bagi para penerus perjuangan dakwah Nabi SAW, yaitu para ulama dan pejuang Islam. Namun pada kenyataannya, masih banyak ditemukan di lapangan sekelompok orang yang mengaku sebagai penerus panji-panji Islam, tapi tidak berasaskan pada dasar-dasar yang telah dicontohkan oleh sebaik-baik panutan. Rumusan Masalah 1. Dakwah Nabi Muhammad Saw Beserta Sahabatnya 2. Ketabahan Nabi Muhammad Saw beserta parasahabatnya dalam berdakwah 3. Meneladani ketabahan Nabi Muhammad Saw dan parasahabatnya dalam berdakwah BAB II PEMBAHASAN Dakwah Nabi Muhammad Saw Beserta Sahabatnya Sebagaimana diketahui, kota Mekkah merupakan pusat agama bagi bangsa Arab. Di sana terdapat para pengabdi Ka’bah dan pengurus berhala serta patung- patung yang dianggap suci oleh seluruh bangsa Arab. Sehingga untuk mencapai tujuan, yaitu melakukan perubahan di kota Mekkah, akan lebih sulit dan sukar jika dibandingkan apabila hal tersebut jauh darinya. Karenanya, dakwah membutuhkan tekad baja yang tak mudah tergoyahkan oleh beruntunnya musibah dan bencana yang menimpa. Rasulullah SAW di kala mengasingkan diri di Gua Hira dengan perasaan cemas dan khawatir tiba-tiba terdengar suara dari langit, beliau menengadah tampak malaikat jibril. Beliau menggigil, ketakutan dan pulang minta kepada isterinya untuk menyelimutinya. Dalam keadaan berselimut itu datang Jibril menyampaikan wahyu yang ke dua yaitu surat Al Muddatsir QS 74 ayat 1-7. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ يا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ 1 قُمْ فَأَنْذِرْ 2 وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ 3 وَثِيابَكَ فَطَهِّرْ 4 وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ 5 وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ 6 وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ 7 Artinya “ Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa menyembah berhala tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih baik, dan untuk memenuhi perintah rabbmu bersabarlah.” Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam dan mengajak umat manusia menyembah Allah SWT. 1 Menyiarkan Agama Islam Secara Sembunyi-Sembunyi Pertama-tama dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah menawarkan islam kepada orang-orang yang dekat hubungannya dengan beliau, keluarga serta sahabat-sahabat karib beliau. Beliau mengenal mereka sebagai orang-orang yang mencintai Allah dan kebaikan, sedang mereka yang mengenal beliau sebagai sosok yang selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keshalihan. Kebesaran jiwa Rasulullah serta kebenaran berita yang dibawanya merespons dengan baik da’wah beliau. Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam adalah a. Siti Khadijah Istri Nabi Muhammad SAW b. Ali Bin Abi Thalib Paman Nabi Muhammad SAW c. Zaid Bin Haritsah Anak angkat Nabi Muhammad SAW d. Abu Bakar Ash-Shidiq Sahabat Dekat Nabi Muhammad SAW. Orang-orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq yaitu a. Utsman Bin Affan b. Zubair Bin Awwam c. Saad Bin Abi Waqqash d. Abdurahman Bin Auf e. Thalhah Bin “Ubaidillah f. Abu Ubaidillah Bin Jarrah g. Arqam Bin Abil Arqam h. Fatimah Binti Khathab Mereka itu diberi gelar “As-Saabiqunal Awwaluun” Artinya orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran tentang Islam langsung dari Rasulullah SAW di rumah Arqam Bin Abil Arqam. 2. Menyiarkan Agama Islam Secara Terang-Terangan Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW dakwah secara sembunyi sembunyi dari satu rumah ke rumah lainnya. Kemudian turun surat Al Hijr 94 QS 15 ayat 94. Artinya”Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik QS Al Hijr 15. Dengan turunnya ayat ini Rasulullah SAW menyiarkan dakwah secara terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama Islam menjadi perhatian dan pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat Makkah. Islam semakin meluas dan pengikutnya semakin bertambah. Orang-orang Quraisy marah dan melarang penyiaran islam bahkan nyawa Rasul terancam. Nabi beserta sahabatnya semakin kuat dan tangguh tantangan dan hambatan dihadapi dengan tabah serta sabar walaupun ejekan, cacian, olok-olokan dan tertawaan, menjelek-jelekkan, melawan al-Qur’an dan memberikan tawaran bergantian dalam penyembahan. Dakwah secara terangan ini walaupun banyak tantangan banyak yang masuk Agama Islam dan untuk penyiaran Islam Nabi SAW ke Habasyah Etiopia ini dilakukan karena di mekkah pengikutnya sering di aniyaya, sehingga Rasulullah SAW bersabda pada pengikutnya;” jikalau kamu berpindah ke negeri Habsy adalah lebih baik karena disana ada seorang raja yang wilayahnya tidak ada seorangpun yang dianiyaya. Sehingga Allah menjadikan suatu masa kegirangan dan keluasaan kepadamu daripada keadaan seperti sekarang “ hijrah ini dilakukan 2 kali. Untuk yang kedua kalinya raja Habsy memeluk agama islam. [2] kemudian hijah ke Thaif, dan Yatsrib Madinah. Sehingga Islam meluas dan banyak pengikutnya. Pada masa kerasulan Nabi Muhammad SAW th ke 10 pada saat “Amul Khuzni”artinya tahun duka cita yaitu Abu Thalib pamannya wafat dan siti Khadijah istri nabi juga wafat serta umat Islam pada sengsara. Ditengah kesedihan ini Nabi Muhammad dijemput oleh Malaikat Jibril untuk Isra’ Mi’raj yaitu sebuah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Masjidil Haram dan dari Masjidil Haram menuju ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT untuk menerima perintah shalat lima waktu. Ketabahan Nabi Muhammad Saw Beserta Parasahabatnya Dalam Berdakwah Pada mulanya, dakwah Nabi Muhammad di Makkah dimulai dari sanak keluarga dan kerabat dekat. Itupun dilakukan secara sembunyi-sembunyi, di rumah salah seorang sahabat yang bernama Al Arqom bin Abil Arqom Al Makhzumi. Upaya tersebut membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Kurang lebih tiga tahun ada 39 orang yang menyatakan iman dan Islam, semuanya dari kerabat dekat dan sahabat-sahabat yang lain. Di antara kerabat dekat yang masuk Islam waktu itu antara lain Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Zaid bin Haritsah. Khadijah, istri nabi, orang yang cukup terpandang dan kaya raya. Abu Bakar, seorang dermawan yang kaya raya. Ali bin Abi Tholib, seorang pemuda yang cukup cerdas dan dihormati. Dengan masuk Islamnya orang-orang tersebut membawa pengaruh besar pada dakwah nabi sampai masa berikutnya. Karena orang-orang tersebut cukup dihormati di kalangan orang-orang Quraisy. Di antara sahabat yang menyusul masuk Islam antara lain Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqash, Abdurrahman bin Auf, Fatimah binti Khatab serta suaminya Said bin Zaid, Arqam bin Abil Arqam, Thalhah bin Ubaidillah. Mereka termasuk “Assabiqunal Awwalun”, yakni orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Dakwah secara terang-terangan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. mendapat reaksi cukup keras dari para pemuka dan tokoh Quraisy, antara lain Abu Lahab Abdul Uzza, Abu Jahal, Umar ibnu Khatab sebelum masuk Islam, Uqbah bin Abi Muatih, Aswad bin Abdi Jaghuts, Hakam bin Abil Ash, Abu Sufyan bin Harb sebelum masuk Islam, Ummu Jamil istri Abu Lahab. Reaksi keras yang dilakukan oleh para tokoh Quraisy tersebut antara lain berupa ejekan, hinaan, hasutan, ancaman, dan penganiayaan secara fisik. Hal yang sama juga dilakukan kepada orang-orang Quraisy sendiri, agar tidak mengikuti seruan Nabi Muhammad. Namun, Rasulullah tetap tabah dan sabar, dakwah pun tetap dijalankan. Bahkan semakin terang-terangan dan meluas ke wilayah lain. Menghadapi sikap Rasulullah tersebut orang-orang Quraisy bertambah marah, bahkan pernah merencanakan akan melakukan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad. Rencana tersebut dilakukan menjelang Nabi Muhammad akan hijrah ke Madinah. Atas pertolongan Allah SWT, waktu itu Nabi selamat dari rencana pembunuhan tersebut. Kemudian bisa hijrah ke Madinah. Meskipun Nabi Muhammad saw. dengan susah payah dalam berdakwah karena mendapat tantangan dari Kaum Quraisy, tetapi makin hari makin didengar orang sehingga makin banyak pengikutnya. Dakwah Nabi Muhammad di Makah dilakukan kurang lebih selama 13 tahun, dan selebihnya selama 10 tahun Nabi Muhammad berada di Madinah. Ketika berdakwah di Makkah, tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah dan para sahabat begitu besar. Meneladani Ketabahan Nabi Muhammad Saw Dan Parasahabatnya Dalam Berdakwah Dari uraian sejarah di atas dapat diambil pelajaran yang sangat berharga dari cara cara dakwah Rasulullah yang harus diteladani oleh umat islam, antara lain adalah Nabi Muhammad berdakwah dengan keteladanan. Sebelum beliau menyampaikan sesuatu, maka beliau terlebih dahulu melaksanakanya. Jadi, disamping dakwah dengan lisan, dakwah juga dilakukan dengan perbuatan, sikap, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Disampaikan dengan penuh kehati-hatian, sabar, dan menggunakan bahasa yang halus dan lemah lembut serta dengan bahasa yang mudah dipahami. Rasulullah saw. memposisikan para pengikutnya sebagai sahabat, hal ini tercermin dalam sebutan para pengikutnya yakni dengan sebutan sahabat’. Cara seperti ini menimbulkan rasa simpati yang luar biasa, karena di dalam Islam nyata-nyata diterapkan kesetaraan. Rasulullah saw. selalu bersama para sahabat-sahabatnya baik dalam keadaan suka maupun duka, dengan demikian terjalin persatuan, kesatuan, dan solidaritas umat Islam yang sangat kuat. Dalam berdakwah Rasulullah saw. tidak pernah memaksakan kehendak, Rasulullah saw hanya menyampaikan ajaran dari Allah SWT, dan memberikan pemahaman secara rasional dan dengan hati yang jernih. Mengikuti atau tidak hal itu menjadi hak pribadi masing-masing. Dengan kata lain, dalam berdakwah Rasulullah saw tidak pernah menggunakan cara-cara kekerasan BAB III KESIMPULAN Kesimpulan 1. Nabi SAW dan para sahabat berjuang di Mekkah karena masyarakatnya tidak bisa membedakan agama dan kekuasaan. 2. Misi perjuangan Nabi adalah tauhid yaitu mengajak manusia menyembah Allah SWT. 3. Perjuangan Nabi SAW dan para sahabat dibuktikan dengan tegar mengalami penderitaan demi islam. 4. Cara meneladani perjuangan Nabi SAW adalah dengan berani menunjukkan perilaku pejuang yang islami, yaitu memiliki niat yang kuat, berakhlak mulia, tabah dan rela berkorban, selalu mnyampaikan kebenaran, dan islam. Saran Dengan makalah ini, kami buat yang mestinya tidak jauh dari kekurangan dan kesalahan, sehingga saran maupun kritikan sangat kami harapkan. Dan perlu di tinjau atau di kaji ulang untuk mencapai kesempurnaan, dalam dunia ini tidak ada suatu hal yang sempurna begitu juga dengan makalah ini, karena kesempurnaan itu milik Allah SWT. Akan tetapi harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pemakalah dan para pembaca. Daftar pustaka =
A. Substansi Dakwah Rasulullah SAW di Mekah 1. Kerasulan Nabi Muhammad SAW dan Wahyu Pertama Menurut beberapa riwayat yang sahih, Nabi Muhammad SAW. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 tahun. Malaikat Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW., yaitu al-„Alāq. Nabi Muhammad SAW. diperintahkan membacanya, namun Rasulullah SAW. berkata bahwa ia tidak dapat membaca. Malaikat Jibril mengulangi permintaannya, tetapi jawabannya tetap sama. Kemudian, Jibril menyampaikan firman Allah Swt. yaitu al-„Alāq/961-5 sebagai berikut. Artinya “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan menulis, membaca. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” al-„Alaq/961-5 Itulah wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. sebagai awal diangkatnya sebagai rasul. Kemudian, Nabi Muhammad SAW. menerima ayat-ayat al-Qur‟ān secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat al-Qur‟ān turun disertai oleh Asbābun Nuzûl sebab/kejadian yang mendasari turunnya ayat. Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Musḥaf yang juga dinamakan al-Qur‟ān. 2. Ajaran-Ajaran Pokok Rasulullah SAW di Mekah a. Aqidah Rasulullah SAW. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran tauhid. Masyarakat Arab yang saat ia dilahirkan bahkan jauh sebelum ia lahir, hidup dalam praktik kemusyrikan. Ia sampaikan kepada kaum Quraisy bahwa Allah Swt. Maha Pencipta. Segala sesuatu di alam ini, langit, bumi, matahari, bintang-bintang, laut, gunung, manusia, hewan, tumbuhan, batu-batuan, air, api, dan lain sebagainya itu merupakan ciptaan Allah Swt. Karena itu, Allah Swt. Mahakuasa atas segala sesuatu, sedangkan manusia lemah tak berdaya. Ia Maha Agung Mulia, sedangkan manusia rendah dan hina. Selain Maha Pencipta dan Mahakuasa, Ia pelihara seluruh makhluk-Nya dan Ia sediakan seluruh kebutuhannya, termasuk manusia. Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW. juga mengajarkan bahwa Allah Swt. itu Maha Mengetahui. Allah Swt. mengajarkan
Memiliki Sikap Tangguh Dalam upaya meraih kesuksesan, diperlukan sikap tangguh dan pantang menyerah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. ketika ia berjuang memberantas kemusyrikan. Lihat pula bagaimana orangorang yang sukses meraih citacitanya, mereka bersusahpayah berusaha terusmenerus tanpa mengenal lelah, sehingga mereka menjadi orang yang berhasil dalam cita-citanya. Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan dan tidak ada pula kesuksesan tanpa kerja keras dan tangguh pantang menyerah. Ketangguhan datang dengan sendirinya. Ia memerlukan pembelajaran dan latihan riyadah secara terus menerus. Ketangguhan jga harus didukung oleh kesehatan fisik dan pemahaman yang benar. Keduaduanya harus berjalan beriringan dan saling mendukung. Kekuatan fisik dibarengi dengan pemahaman yang benar akan melahirkan manfaat yang besar, demikian pula sebaliknya. Sikap tangguh dalam kehidupan seharihari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat di antaranya. seperti berikut. Menggunakan waktu untuk belajar dengan sungguhsungguh agar mendapat kan prestasi yang tinggi. Secara terusmenerus mencoba sesuatu yang belum dapat dikerjakan sampai ditemukan solusi untuk mengatasinya. Melaksanakan segala peraturan di sekolah sebagai bentuk pengamalan sikap disiplin dan tanggung jawab. Menjalankan segala perintah agama dan menjauhi larangannya dengan penuh keikhlasan. Tidak putus asa ketika mengalami kegagalan dalam meraih suatu keinginan. Jadikanlah kegagalan sebagai cambuk agar tidak mengalaminya lagi di kemudian hari. Baca Juga Strategi Dakwah Rasululah SAW. di Mekah Substansi Dakwah Rasulullah SAW di Mekkah Ijtihad Sebagai Upaya Memahami al-Qur’an dan Hadis Memiliki Jiwa Berkorban Perhatikan bagaimana para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini. Selain mereka berjuang dengan tangguh dan pantang menyerah, mereka rela mengorbankan apa saja untuk kemerdekaan bangsa ini. Perngorbanan mereka tidak hanya berupa harta, keluarga yang ditinggalkan, bahkan mereka rela meregang nyawa untuk memperjuangkan kemerdekaan beragama dan berbangsa. Oleh karena itu, janganlah merasa berjuang tanpa memberikan pengorbanan yang berarti. Perilaku yang mencerminkan jiwa berkorban dalam kehidupan sehari-hari, misalnya seperti berikut. Menyisihkan waktu sebaik mungkin untuk kegiatan yang bermanfaat. Hal ini penting mengingat waktu yang kita miliki sangatlah terbatas. Jika waktu yang kita gunakan lebih banyak untuk kegiatan yang percuma, siapsiaplah untuk menyesal karena waktu yang telah lewat tidak akan kembali lagi. Misalkan karena kamu tidak belajar dengan sungguh-sungguh sementara kamu ingin lulus dengan nilai yang tinggi, kamu akan menyesal karena mendapatkan nilai yang rendah dan harus mengulang lagi. Mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Kepentingan bersama di atas segala-galanya. Itulah kalimat yang sering diungkapkan oleh kebanyakan manusia. Akan tetapi, kenyataannya belum tentu demikian. Kebanyakan manusia lebih mengutamakan kepentingan pribadinya daripada kepentingan orang banyak. Sebagai orang yang beriman, tentu kita tidak boleh termasuk ke dalam golongan orang yang demikian. Rasulullah saw. mencontohkan, bagaimana ketika ia hendak berbuka puasa dengan sepotong roti, sementara ada orang yang datang untuk meminta roti tersebut karena sangat kelaparan, dan Rasul memberikan roti tersebut kepada orang itu. Dalam kehidupan seharihari, perilaku yang dapat kita lakukan dalam hal ini misalnya saat antre di tempat umum, di bank, loket pembayaran, berkendara di mana lampu lalu lintas sedang menunjukkan warna merah menyala, dan lain sebagainya. Menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Dalam harta kita terdapat sebagian hak orang lain yang membutuhkannya. Islam mengajarkan bahwa bersedekah itu tidak akan mengurangi harta sedikit pun, bahkan ia akan mendatangkan harta yang lebih banyak lagi. Baca Juga Memahami Hadis atau Sunnah sebagai Sumber Hukum Islam Memahami Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum Islam Memahami Makna, Hukum Menuntut Ilmu dan Keutamaannya Rangkuman 1. Ketika Nabi Muhammad saw. menerima wahyu pertama, yaitu ayat 1-5 surah al-Alaq pada tanggal 17 Ramadan, sejak itu ia diangkat menjadi nabi. Ketika ia menerima ayat 1-7 surah al-Muddașșir, ia pun diangkat menjadi rasul. Setelah itu, wahyu terputus. Nabi Muhammad saw. merasa gelisah dan bertanyatanya, apa yang harus disampaikan, bagaimana menyampaikannya, dan kepada siapa disampaikan? Dalam kegelisahannya, turunlah surah adDuĥa. 2. Pada awalnya Nabi saw. berdakwah secara rahasia dan hanya mengajak orangorang terdekat saja. Orang pertama yang menerima dakwah Nabi adalah Khadijah, istrinya, kemudian Ali bin Abi Ţalib, sepupunya, dan Zaid bin Hari¡ah, bekas budaknya. Sementara itu, lakilaki dewasa yang pertama memeluk Islam adalah Abu Bakar bin Quhafah. Melalui ajakan Abu Bakar, beberapa orang menerima ajakannya, yaitu Usman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf, Ţalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam. Setelah itu, Abu Ubaidah bin Jarrah dan beberapa penduduk Mekah turut pula menyatakan keislamannya dan menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Kegiatan dakwah secara rahasia ini berlangsung selama tiga tahun. 3. Setelah perintah Allah Swt. turun melalui Surah asy-Syu’ara/26214-216 dan Surah al-Hijr/1594, Nabi Muhammad saw. pun melakukan dakwah secara terangterangan terbuka. Nabi Muhammad saw. mengumpulkan keluarganya di rumahnya. Setelah selesai makan, ia pun menyampaikan maksudnya. Tiba-tiba Abu Jahal menghentikan pembicaraan Nabi dan mengajak orangorang untuk meninggalkan tempat. Keesokan harinya, Nabi kembali megundang keluarganya. Setelah makan, Nabi pun menyampaikan maksudnya dan kembali Abu Jahal mengacaukan suasana dan mereka yang hadir pun tertawa. Dalam keadaan riuh itu, Ali bin Abi Ţalib bangkit dan berkata, “Wahai Rasulullah! Saya akan membantu Anda, saya adalah lawan bagi siapa saja yang menentangmu.” 4. Gagal mengajak kerabatnya, Nabi pun mengalihkan dakwahnya kepada masyarakat Quraisy. Ia naik ke bukit Śafa dan menyeru manusia. Orangorang pun berkumpul dan Nabi Muhammad saw. pun menyampaikan dakwahnya. Tiba-tiba Abu Jahal berteriak, “Celakalah engkau, hai Muhammad! Apakah karena ini engkau mengumpulkan kami?” Nabi Muhammad saw. hanya terdiam sambil memandangi pamannya. Sesaat kemudian turunlah surah al-Lahab. 5. Dakwah Nabi mendapatkan tantangan dan perlawanan dari Quraisy. Nabi dan sahabatsahabatnya diejek, dicaci, dan disiksa. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga membujuk Nabi dan menawarkan kekayaan, kehormatan, dan jabatan. Setelah ejekan, siksaan, dan ancaman tidak dapat mencegah dakwah Nabi, orang-orang Quraisy memboikot Nabi dan sahabatsahabatnya. Untuk menghindari siksaan, Nabi memerintahkan sahabatnya hijrah ke Abisinia. 6. Setelah orang-orang Quraisy tidak mau menerima dakwah Nabi, ia pun mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar Quraisy. Nabi mencoba mengajak orangorang Țaif, namun ia ditolak, bahkan diejek, diusir, dan dilempari. Nabi tidak berputus asa. Ia terus menyampaikan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab yang datang berziarah ke Mekah setiap tahunnya. Dakwah Nabi mendapat sambutan dari orangorang Madinah dan Nabi pun mengadakan Perjanjian Aqabah pertama dan kedua. Setelah Perjanjian Aqabah kedua, Nabi pun berhijrah ke Madinah. 7. Dakwah Nabi di Mekah berlangsung selama 13 tahun. Selama itu Nabi menanamkan nilainilai tauhid dan mengajarkan akhlak mulia. Nilainilai ketauhidan ini membuat Nabi dan sahabatsahabatnya tangguh menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan serta tetap bersemangat menyampaikan kebenaran. Baca Juga Yang Ini Ayat-Ayat Al-Qur’an dan Hadis Tentang Ilmu Pengetahuan Perintah Berlaku Jujur Dalam Al-Qur’an dan Hadits Perintah Berbusana Muslim Dalam Al-Qur’an dan Hadits Artikel Terkait 5 Perilaku Mulia Dalam Kehidupan Sehari Hari Macam – Macam Mu’amalah Dalam Islam Pengertian Iman Kepada Malaikat 7 Perilaku Asmaul Husna Dalam Kehidupan Sehari Hari Pengertian Al Jami’ dan Al Adl secara Bahasa dan Penjelasan Lengkap
100% found this document useful 2 votes2K views18 pagesDescriptionPerjuangan Rasulullah SAW Di MekahCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes2K views18 pagesMeneladani Perjuangan Rasulullah SAW Di MekahJump to Page You are on page 1of 18 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 16 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
meneladani perjuangan rasulullah saw di mekah